12 May 2009

Apa Itu Sistem Informasi Manajemen Dakwah

Oleh: Abdul Hamid

Dunia masa depan adalah dunia informasi. Maju tidaknya suatu bangsa atau suatu Negara ditentukan oleh penguasa bangsa atau Negara atas informasi yang kian kompleks dan canggih. Bangsa Indonesia hanya akan berkembang maju apabila mampu menguasai informasi. Kalau informasi itu beum belum kita miliki, kita harus berupaya mendapatkannya dengan cara apapun.
Sebuah sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada sistem informasi.

Karena itulah, materi pada mata kuliah SIM-MD salah satunya adalah Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen, yang akan dibahas dalam makalah ini.Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen

A. Evolusi Perkembangan Konsep SIM
Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan keorganisasian untu menerapkan sistem semacam itu.

Banyak dari gagasan yang merupakan bagian SIM berkembang atau berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang sangat penting dalam melacak asal mula konsep SIM:

1. Perukunan Manajerial
2. Ilmu pengetahuan Manajemen
3. Teori Manajemen, dan
4. Pengolahan Komputer

Sistem pelaporan untuk oraganisasi yang dikembangkan oleh perukunan manajerial pada umumnya mencerminkan gagasan perukunan tanggungjawab (Responsibility Accounting) dan perukunan mampulaba (Profitibility Accounting). Dalam ancang-ancang ini setiap manajer menerima laporan dalam lingkup tanggungjawabnya. Laporan-laporan dari tingkat bawah digabung untuk memberikan ikhtisar laporan tingkat manajemen berikutnya, dan seterusnya.

Ilmu pengetahuan manajemen adalah sebuah perkembangan penting dalam sistem informasi manajemen yang berdasarkan komputer, karena ilmu pengetahuan manajemen telah mengembangkan prosedur-prosedur untuk analisis dan pemecahan berdasarkan komputer dalam banyak jenis persoalan keputusan.

Teknologi komputer merupakan faktor penting dalam perkembangan SIM. Tanpa kemampuan komputer, konsep sebuah SIM tidak dapat diwujudkan.

Dalam memahami evolusi konsep SIM, perkembangan terakhir dalam teori manajemen cukup pesat. Bila dalam ilmu pengetahuan manajemen perkembangannya menekankan optimisasi sebagai tujuan, maka teori manajemen menekankan pemuasan (Yaitu mencapai pemecahan yang memuaskan) dan mempertimbangkan keterbatasan manusia dalam mencari pemecahan.

B. Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen

a. Perkembangan Komputer Dari Masa ke Masa
Istilah komputer atau dalam bahasa Inggris “Computer” bersumber dari kata “Computere” yang secara harfiah berarti “ Menghitung” atau “Memperhitungkan.

Menurut para ahli, program penyelidikan ruang angkasa yang dilakukan oleh Negara-Negara Super Power, tak mungkin dilaksanakan tanpa komputer.

Berdasarkan sejarah komputer, manusia pertama yang menciptakan komputer adalah Charles Babbage, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris, ketika pada tahun 1833 menampilkan mesin komputer yang dinamakan “General Purpose Digital Computer “.

Sejak Charles Babbage meninggal pada tahun 1871, tidak terdapat kemajuan berarti dalam hal komputer ini. Baru pada tahun 1937 Prof. Howard Aiken dari University Harvard mencoba membangun mesin “Automatic Calculating” dan selesai tahun 1944 dengan diberi nama Mark1.

Dalam perkembangannya, komputer secara elektronik penuh mengalami beberapa generasi, yakni :

1. Generasi Pertama (1945-1959)
Pada tahun 1945 itu adalah tampilnya mesin komputer yang diberi nama ENIAC ( Electronic Numerical Integrator and Calculator) yang merupakan “General Purpose Computer” atau komputer untuk segala tujuan, yang keseluruhannya dijalankan secara elektronik. Yang menciptakannya adalah Prof. John W. Mauchly dan Prosper Eckert dari University Pensylvania dengan menggunakan fasilitas dari Moore School Of Electrical Engineering.

Pada tahun ke tahun mesin komputer ini terus-menerus berkembang sehingga sejumlah perusahaan dapat menciptakan berbagai merk, IBM terkenal dengan Mark Computer Seriesnya, Burrough dengan Magnetic Drum Computer Type E 101 dll. Mesin-mesin komputer yang termasuk generasi pertama itu terus dikembangkan sampai muncul kelompok mesin komputer generasi berikutnya.

2. Generasi Ke Dua (1959-1965)
Generasi ke dua ini menimbulkan banyak keuntungan pada pihak pemakai, antara lain karena mesin-mesin tersebut lebih kecil sehingga menjadi lebih ringan, semakin tinggi daya ingatnya, semakin cepat proses pengolahan datanya, semakin besar daya tampungnya dan yang paling penting semakin tinggi daya kemampuannya untuk memecahkan permasalahan yang rumit-rumit.

Kemajuan yang dapat dicatat dalam perkembangan komputer generasi yang ke dua ini ialah diciptakannya oleh Control Data Corporation (CDC) yaitu sebuah mesin komputer dengan model 6600 Super Computer yang dapat menyelesaikan tiga juta operasi per tiga detik. Berikutnya Model 7600 dengan bentuk yang lebih besar yang bisa melaksanakan dua puluh lima juta operasi per detik.

3. Generasi Ke Tiga (1965-Sekarang)
Penggunaan peralatan elektronik yang baru ini menyebabkan timbulnya keuntungan baru bagi para pemakai dalam hal kapasitasnya, fasilitas programnya semakin lengkap, kemampuannya dalam programming dan processing secara ganda dalam waktu yang sama. Dalam hal jumlah tenaga manusia lebih sedikit, tidak terbatasnya instruksi-instruksi dan kecepatannya yang luar biasa.

b. Komputerisasi di Indonesia
Indonesia pertama kali mengenal komputer pada tahun 1956 pada waktu itu Bank Sentral Indonesia membeli sebuah komputer merk Unival System 1004 buatan Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1964 didatangkan komputer untuk keperluan TNI angkatan darat di Bandung, 3 tahun kemudian untuk ITB sebagai perguruan tinggi pertama yang mempergunakan komputer dengan jenis yang sama yaitu IBM System 1401.

Pada tahun 1977 ada 11 lembaga pemerintah yang mulai menggunakan lebih dari 1 unit komputer. Yang paling banyak menggunakan komputer adalah Pertamina, PLN, BI, Garuda Indonesia, Airways, PN Pupuk Sriwijaya, dan Perum Telkom.

Bersamaan dengan meningkatnya jumlah instansi komputer di Indonesia dewasa ini telah banyak yang mendirikan “Software Companies”. Perusahaan ini dalam proses komputerisasinya memegang peranan yang penting, karena perusahaan inilah yang melakukan study kelayakan pengembangan informasi dan penilaian sistem informasi.

c. Beberapa Alternatif Komputerisasi
• Memiliki sendiri
• Menyewa
• Mengadakan Bagi Waktu
• Membeli Jasa “Pusat Data”

Kesimpulan

Betapa beruntungnya kita karena merasakan kecanggihan teknologi yang saat ini telah siap pakai khususnya komputer. Padahal komputer ini, bila dilihat perkembangannya ternyata cukup rumit sampai menjalani beberapa priode. Yang disebut generasi pertama mulai tahun 1945-1959, generasi ke dua tahun 1959-1965 dan akhirnya perkembangan yang semakin pesat pada tahun 1965 sampai sekarang atau disebut generasi ketiga.

Dulu hanya beberapa lembaga pemerintahan atau perusahaan saja yang bisa menggunakan komputer, namun sekarang bisa dikatakan semua orangpun baik dewasa maupun anak-anak, baik perkantoran maupun individu semuanya bisa menikmati teknologi canggih ini. Sehingga informasi pun lebih mudah untuk diterima atau disampaikan. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen untuk harus banyak kita galih lagi melalui dengan media komputer. Masih banyak sekali hal-hal yang belum diketahui oleh lembaga-lembaga dakwah atau da’I perorangan yang belum mengetahui tentang betapa pentingnya sistem informasi manajemen dakwah sebelum kita berdakwah

Readmore »

10 May 2009

SOSIALISASI GERAKAN DAKWAH

Apabila gerakan dakwah hanya melakukan lingkar kegiatan ideologisasi, akan berdampak pada eksklusivitas dan ketersembunyian gerakan dari public. Oleh karena itu, apabila konsolidasi personal dan struktural telah mencapai batas ambang yang dianggap memadai, maka gerakan dakwah harus mulai membuka diri dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas, dan pada saat yang sama melakukan rekrutmen publik secara masif.
Argumen Urgensi Sosialisasi Gerakan

Tiga alasan berikut memperkuat keharusan melakukan sosialisasi gerakan dakwah. Pertama, adanya contoh kegiatan sosialisasi gerakan dakwah di zaman kenabian. Kedua, sifat ajaran islam yang menampik perilaku antisocial. Ketiga, manusia memiliki kebutuhan social.Pelajaran dari Gerakan Islam di Zaman KenabianDakwah ditujukan kepada siapa saja, untuk meningkatkan kapasitas keberagaman masyarakat. Kita lihat Rasulullah dan para sahabat, sesuai misi kedatangan Islam, telah mampu membawa Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Sentuhan-sentuhan langsung dengan berbagai urusan public, berhubungan dengan bermacam patologi social yang tersebar di tengah kehidupan, serta memberikan berbagai solusi praktis adalah bentuk-bentuk apresiasi keberislaman mereka.

Islam Menolak Perilaku Antisosial

Islam adalah agama yang menampik perilaku antisocial, sebab perilaku ini tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan amat tegas Rasul mulia memberikan pengarahan:
"Orang-orang yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas cobaan mereka lebih baik dan lebih besar pahalanya daripada orang-orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas cobaan mereka".

Manusia Memiliki Kebutuhan Sosial

Manusia secara fitrah dan naluriah menghajatkan sentuhan sosial untuk berbagai kebutuhan dasar kehidupan mereka. Kesejahteraan, kecukupan kehidupan, rasa keamanan, perlindungan terhadap hak milik dan hak asasi mereka, adalah contoh kebutuhan social yang tak terelakkan. Manusia dimanapun tempatnya dan apapun agama mereka, senantiasa memerlukan interaksi social, saling memberi, saling membantu, saling memanfaatkan.

Sosialisasi Gerakan Dakwah

Lingkar kegiatan sosialisasi gerakan dakwah berorientasi kepada beberapa sasran berikut:

Meningkatnya kapasitas keberagamaan masyarakat, sehingga terbentuk masyarakat religius yang melaksanakan kewajiban beragama.
Muncul dan menguatnya opini-opini positif tentang Islam, dan opini-opini Islami dalam berbagai bidang kehidupan baik social, ekonomi, poltik, hukum, hankam, HAM, dan lain sebagainya.
Muncul dan menguatnya penampilan Islam (al Mazhar al Islami) di tengah masyarakat .
Muncul dan menguatnya dukungan public terhadap dakwah dan gerakan dakwah
Terekrutnya berbagai elemen masyarakat secara luas untuk menjadi pelaku dan pendukung dakwah

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mencapai sasaran mihwar sya'bi tersebut, diantaranya adalah:

Menguatkan peran publik para aktivis dakwah ditengah masyarakat, dengan jalan interaksi social dan pembuatan kegiatan-kegiatan social untuk meningkatkan citra positif dan kedekatan serta ketokohan aktivis dakwah di tengah masyarakat .
Mengintensifkan kegiatan dakwah 'amah (umum) di tengah masyarakat untuk membina dan meningkatkan potensi keislaman mereka
Membuat wajihah atau wadah berkegiatan yang formal agar para aktivis dakwah bisa berinteraksi secara luas dengan berbagai kalangan masyarakat melalui wajihah tersebut. Wajihah ini dibuat oleh gerakan dakwah untuk sarana berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Membuat wadah-wadah atau lembaga yang menghimpun potensi masyarakat untuk diinteraksikan dengan para aktivis dakwah. Lembaga ini dibuat bersama-sama antara masyarakat dengan para aktivis dakwah
Mengoptimalkan peran media massa baik cetak maupun elektronik untuk penyebaran opini, persepsi dan informasi kepada masyarakat.
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi social politik, untuk membangun jaringan dan kebersamaan
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh gerakan dakwah dan lembaga-lembaga dakwah Islam untuk menyamakan visi pergerakan serta merajut jalinan kerjasama yang positif antar elemen gerakan dakwah

Rekrutmen pada Lingkar Kegiatan Sosial

Rekrutmen (tajnid) pada lingkar kegiatan sosialisasi tidak semata-mata berorientasi kepada bergabungnya personal pilihan menjadi "bagian dalam" dari gerakan Islam, namun berorientasi mendekatkan masyarakat pada kultur keislaman, dengan harapan mereka bisa memberikan kontribusi optimal sesuai potensi mereka masing-masing. Kontribusi yang diharapkan bisa bersifat langsung atau tidak langsung terhadap gerakan dakwah.

Langkah-Langkah Rekrutmen Publik

Untuk bisa melakukan tajnid jamahiri (rekrutmen public), atau pengumpulan potensi secara missal dari masyarakat, ada enam langkah yang harus dipenuhi gerakan dakwah:




Pemetaan Sosial
Pemetaan yang jeli atas realitas masyarakat menjadi langkah awal untuk melakukan rekrutmen public. Rekayasa social adalah sebagian watak dasar dakwah Islam. Istilah ini menunjuk pada perubahan bentuk secara bertahap dari kondisi yang ada (social reality atau social fact) kepada kondisi yang diidealkan, denagn kata lain, rekayasa selalu mengarah pada model pendekatan gradual, bertahap dan berkesinambungan.

Menentukan Prioritas Sasaran
Prioritas sasaran lebih ditekankan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi anasir perubah (agent of change) bagi komunitas mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar nantinya bisa membantu gerakan dakwah melakukan pengumpulan potensi massa dari komunitas mereka sendiri.

Penentuan Strategi Dasar (grand strategy)
Strategi dasar untuk melakukan tajnid jamahiri perlu diletakkan agar segala tindakan berikut resiko yang akan muncul sudah terkalkulasi sejak awal. Strategi dasar ini antara lain meletakkan posisi-posisi personal maupun structural secara tepat, menyusun langkah-langkah strategis berikut target-target pencapaian, serta landasan kebijakan operasional.

Penentuan Metodologi Rekrutmen terhadap Sasaran
Setiap sasaran memiliki karakter yang khas, dan oleh karenanya memerlukan metodologi yang spesifik pula. Bahasa masyarakat disetiap level social dan ekonomi akan senantiasa beragam. Apabila gerakan dakwah tidak variatf dalam metodologi pendekatan, niscaya tak akan memperoleh hasil yang optimal. Rasul saw dalam gerakan dakwah beliau membangun peradaban Islam, menggunakan metodologi yang amat variatif.

Menentukan Sarana dan Prasarana Rekrutmen
Setelah metodologi diketahui, maka sejumlah sarana dan prasarana diperlukan untuk implementasi. Kekuatan gerakan dakwah untuk menghadirkan sarana dan prasarana untuk saat ini masih sangatlah terbatas. Keterbatasan dana yang lebih disebabkan karena lemahnya kemampuan penggalangan dana, masih mewarnai kondisi gerakan dakwah hingga saat ini. Dampak dari kelemahan dibidang ini sejatinya cukup serius, misalnya sedemikian lemah gerakan dakwah mampu menghadirkan yang marak publisitas, menarik secara performen, dan membentuk opini yang luas serta kontinyu

Evaluasi dan Penanganan Hasil Rekrutmen
Setelah upaya pengumpulan potensi masyarakat dilakukan sesuai skala prioritas dan pendekatan metodologis tertentu, tidak boleh ditinggalkan upaya untuk mengevaluasi hasil kerja. Berbagai catatan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam mengaplikasikan metodologi tajnid tersebut harus mendapatkan perhatian untuk upaya perbaikan di masa mendatang

Readmore »